Pangkalan Banteng – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1014/Pbn terus menunjukkan progres positif di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Selasa (19/05/2026). Berbagai sasaran fisik dan nonfisik dikerjakan secara maksimal oleh personel Satgas bersama masyarakat guna mempercepat pembangunan desa.

Kegiatan TMMD yang dilaksanakan secara terpadu tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, keterlibatan warga dalam setiap proses pekerjaan turut memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Pasi Ter Kodim 1014/Pbn Kapten Czi M Yunus mengatakan bahwa seluruh pekerjaan hingga saat ini berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

“Melalui TMMD ini kami ingin menghadirkan kemajuan bagi desa, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun semangat kebersamaan masyarakat. Dengan kerja sama antara TNI dan warga, pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kekompakan antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan program pembangunan di Desa Sungai Hijau. Warga tampak antusias membantu proses pengerjaan demi percepatan pembangunan yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Satgas TMMD Ke-128 optimistis seluruh sasaran program dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan desa.

Kiriman serupa

Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat. Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas. Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni. “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni. Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *